firdhanramadhansmart

Just another WordPress.com site

Filsafat Strukturalisme

on May 4, 2011

A. Pengertian Strukturalisme
Strukturalisme merupakan suatu gerakan pemikiran filsafat yang mempunyai pokok pikiran bahwa semua masyarakat dan kebudayaan mempunyai suatu struktur yang sama dan tetap. Ciri khas strukturalisme ialah pemusatan pada deskripsi keadaan aktual obyek melalui penyelidikan, penyingkapan sifat-sifat instrinsiknya yang tidak terikat oleh waktu dan penetapan hubungan antara fakta atau unsur-unsur sistem tersebut melalui pendidikan. Strukturalisme menyingkapkan dan melukiskan struktur inti dari suatu obyek (hirarkinya, kaitan timbal balik antara unsur-unsur pada setiap tingkat).
Gagasan-gagasan strukturalisme juga mempunyai metodologi tertentu dalam memajukan studi interdisipliner tentang gejala-gejala budaya, dan dalam mendekatkan ilmu-ilmu kemanusiaan dengan ilmu-ilmu alam. Akan tetapi introduksi metode struktural dalam bermacam bidang pengetahuan menimbulkan upaya yang sia-sia untuk mengangkat strukturalisme pada status sistem filosofis.

B. Tokoh-Tokoh Strukturalisme

1. Ferdinand de Saussure (1857-1913) orang Swiss yang sempat mengajar di Paris dan akhirnya menjadi profesor di Jenewa yang memperkenalkan pembaharuan linguistik dan meletakkan untuk linguistik modern.. 3 distingsi atau perbedaan yaitu signifiant dan signifie, langage, parole, dan langue serta sinkroni dan diakroni.
a. Signifiant dan Signifie yang berarti tanda. Signifiant @ aspek material dari bahasa, apa yang dikatakan atau didengar atau dibaca atau disebut dengan” penanda”. Sedangkan signifie @ aspek mental dari bahasa atau gambaran dari mental, pikiran atau konsep atau disebut dengan “yang ditandai”.
b. Langage, Parole, dan Langue yang berarti bahasa. Langage @ fenomena bahasa secara umum. Parole @ pemakaian bahasa yang individual. Langue @ bahasa merupakan milik bersama dari suatu golongan bahasa tertentu
c. Sinkroni dan Diakroni. Sinkroni @ peninjauan ahistoris atau yang sama sekali lepas dari perspektif historis. Diakroni @ peninjauan historis

2. Claude Levi-Strauss lair di Belgia ada tahun 1908. Pada saat ia di New York dan bertemu dengan Roman Jacobson dan mulai mengenali linguistik modern dan mnemukan kemungkinan-kemungkinannya untuk antropologi. Pemikirannya terkenal dengan Strukturalisme dan Antropologi budaya. Dalam buknya yang berjudul “Struktur-struktur elementer kekerabatan” ia berikhtiar menganalisa dan menjelaskan sistem-sistem kekrabatan primitif dengan memakai metode strukturalis. Menurutnya, kekerabatan dapat dianggap sebagai semacam bahasa, karena aturan-aturan yang dimiliki klen-klen primitif di bidang kekerabatan dan perkawinan memang merupakan suatu sistem yang terdiri atas relasi-relasi dan posisi-oposisi, seperti suami-istri, anak-bapak, kakak-adik, dan lain-lain. Bahasa adalah sistem komunikasi, pertukaran, begitu pula kekerabatan juga sistem komunikasi, karena klen-klen atau famili-famili atau grup-grup sosial lain bertukar tukar-menukar wanita mereka. Dengan kata lain, sistem kekerabatan dan sistem bahasa pun dikuasai oleh aturan-aturan yang tidak disadari.

3. Jscues Lacan (1901-1981) lahir di Paris dan meraih gelar doktor dalam bidang kedokteran pada tahun 1932. Selain kedokteran, ia juga seorang psikiater. Maka dari itu, pemikirannya disebut Strukturalisme dan Psikoanalisa karena ia ingin membuat psikoanalisa menjadi suatu antropologi otentik dengan mengambi ilmu bahasa sebagai pedoman. Bahasa adalah suatu sistem yang terdiri dari relasi-relasi dan oposisi-oposisi yang mempunyai prioritas terhadap subyek yang berbicara, dan manusia tidak merancang sistem itu, tetapi ia takhluk padanya yang memungkinkan ia berbicara. Hal yang sama berlaku juga untuk ketidaksadaran. Ketidaksadaran merupakan suatu struktur, tetapi manusia sendiri tidak menguasai struktur ini. Ketidaksadaran adalah semacam logos yang mendahului manusia perseorangan. Usahanya adalah menjelaskan ketidaksadaran manusia dalam cahaya penemuan-penemuan linguistik tentang bahasa. Lacan selalu membahas percakapan psikoanalitis yaitu percakapan antara seorang psikoanalis dengan analisanya atau pasiennya. Dalam percakapan itu, ketidaksadaran tampak sebagai bahasa. Dalam percakapan psikoanalitis subyek tidak berbicara, tetapi subyek dibicarakan. Atau bukan saya yang berbicara, ada yang bicara dalam diri saya.

4. Roland Barthes (1915-1950) lahir di Cherbourg dan dibesarkan di Bayonne dan Paris. Pada umur 64 tahun, ia meninggal tertabrak mobil di jalanan paris. Pemikirannya tentang Strukturalisme dan Kritik Sastra. Setelah ia membaca buku karangan Saussur yang berjudul kursus Tentang Linguistik Umum, ia mulai menyadari kemungkinan-kemungkinan untuk menerapkan semiologi atas bidang-bidang yang lain. Menurutnya semiologi termasuk linguistik tapi bukan sebaliknya. Barthes melukiskan prinsip-prinsip linguistik dan relevaninya dengan bidang lain. Dari sudut pandang strukturalistis, ia memberikan suatu interpretasi baru tentang Jean Racine, seorang dramawan besar dari sastra Prancis abad ke-17. Pendekatan baru tentang sastra yang diusahakan Barthes diberi nama “Kritik Sastra yang Baru”. Interpretasi ini diserang tajam oleh Raymond Picard, profesor Universitas Surbonne, yang membela pandangan tradisional tenang Racine.

5. Louis Althusser (1918-1990) seorang tokoh filsuf dari golongan marxisme. Pemikirannya adalah tentang persamaan Stukturalisme dan Marxisme.

6. Michel Foucault (1962-1984). Pemikirannya disebut Strukturalisme dan Epistemologi. Epistemologi disini adalah refleksi filosofis tentang kodrat dan sejarah ilmu pengetahuan. Menutnya pada tiap-tiap zaman mempunyai pengandai-andaian tertentu, prinsip-prinsip tertentu, cara-cara pendekatan tertentu. Deangan kata lain tiap zaman mempunyai apriori historis tertentu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: