firdhanramadhansmart

Just another WordPress.com site

Islam Vs Pacaran

on May 25, 2011

Islam vs Pacaran
Zaman sekarang ini, siapa yang gak kenal kata pacaran?? Pacaran menjadi trend di kalangan kawula muda, bahkan seluruh lapisan masyarakat mengenal istilah itu. Mungkin ini adalah pengaruh dari lagu-lagu picisan, roman-roman percintaan atau bahkan gambar-gambar yang melukiskan tentang keindahan cinta. Jangan salahkan cinta, karena cinta itu anugrah, cinta adalah fitrah yang ada pada setiap makhluk. Jangankan manusia, hewan pun mempunyai rasa cinta. Secara ilmiah, cinta terjadi karena ada hormon oksitoksin yang memicu perasaan pada setiap manusia untuk merasakan cinta saat bertemu dengan orang yang menarik baginya.
Islam mempunyai aturan dalam mengekspresikan cinta. Dalam islam, tidak ada istilah pacaran, mojok, berdua-duaan, atau istilah yang lain. Islam itu indah. Islam itu rahmatan lil ‘alamin. Islam itu penuh kasih sayang. Bila Islam melarang pacaran, bukan berarti dalam Islam tidak mengenal cinta.

Dalam pacaran lebih banyak mengandung mudharat dari pada maslahatnya. Karena dengan dengan pacaran akan mendatangkan perbuatan-perbuatan yang mendorong timbulnya hawa nafsu yang tentunya akan menyebabkan zina. Kitab Al Hikam Al Shulthaniyya, karya Imam Al Mawadi, hal. 459 menerangkan bahwa “Dalam Islam, pacaran dimasukkan sebagai salah satu bentuk percobaan tindak perzinahan dimana hukumnya ditentukan oleh ta’zir penguasa atau hakim.”
Zina disini bukan hanya melakukan hubungan intim layaknya suami istri, tapi dalam berpandangan, bergandengan, berbisik-bisik mesra atau perbuatan lain yang biasa dilakukan oleh pasangan yang lagi pacaran. Dijelaskan oleh Rosulullah SAW dalam sabdanya: “Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya.”
Al-Quran juga telah menerangkan dengan jelas pada surat Al-Isra’:32, “dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” Mendekati zina saja dilarang, apalagi melakukan atau bertindak yang mengakibatkan perzinaan.
Pacaran juga bisa menimbulkan fitnah bagi masyarakat agamis. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa keislaman orang yang berpacaran sedikit demi sedikit akan terkikis, bahkan berakibat hancurnya moral dan akal sehat. Na’udzubillah min dzalik!!
Sebagian besar ada yang mengatakan bahwa pacaran adalah salah satu cara untuk mengenal lebih dekat pasangan masing-masing atau lebih bekennya lagi menyebutnya dalam bahasa arab sebagai ta’aruf. Itu semua hanyalah akal bulus setan untuk memperdaya manusia dan membimbingnya pada jalan kesesatan dan menggiringnya pada api neraka yang berbahan bakar batu dan manusia.
Tapi manusia tidak pernah puas. Ia akan berusaha mendapatkan apa yang diinginkan oleh nafsunya dengan mengatas namakan pembuktian cinta sejati. Bila ia sudah mendapatkannya, ia akan merasakan kebosanan, maka ia akan mencari kesalahan dan kekurangan dari pasangannya. Dan ia akan mencoba menjauh dan semakin menjauh.
Yang perlu kita ingat dalam-dalam bahwa manusia tidak bisa menentukan “dia adalah jodohku!.” Jodoh, rizki dan mati itu adalah ketentuan yang hanya Allah yang tau. Manusia wajib berusaha, tapi hanya Allah yang menentukannya. Janji Allah pada umat manusia telah tercantum dalam Al-Quran surat An-Nur:26, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga)”
Belahan jiwa adalah cermin dari diri kita. Bila kita baik, Insya Allah pendamping hidup kita akan baik pula. Ini juga berlaku sebaliknya. Bila kita bukan orang baik, maka jodoh kita seperti kita. Wallahu a’lam bi showab..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: