firdhanramadhansmart

Just another WordPress.com site

Contoh Proposal PTK

on May 25, 2012

PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

 

 

 

APLIKASI STRATEGI PEMBELAJARAN CALL ON THE NEXT SPEAKER GUNA MENINGKATKAN MAHARAH KALAM PADA SISWA KELAS VII SMP DARUL ULUM GEDONGAN KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

OLEH:

FITRIA RAMADHANI

NIM. D02209025

Dosen Pembimbing:

Hisbullah Huda, M.A

FAKULTAS TARBIYAH

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI  SUNAN AMPEL

SURABAYA

2012

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

 

Aplikasi Strategi Pembelajaran Call On The Next Speaker Guna Meningkatkan Maharah Kalam Pada Siswa Kelas VII Smp Darul Ulum Gedongan Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo Tahun Pelajaran 2011/2012

 

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua bangsa terlebih Indonesia yang menaruh harapan besar pada generasi pendidik dalam kelangsungan masa depan bangsanya. Akan tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat pada problematika klasik, yaitu masalah kualitas pendidikan. Hal ini bagaikan sebuah rantai yang melingkar dan tanpa diketahui dari mana harus diawali.

Pada Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 Bab.I Pasal 1 menyebutkan bahwa “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Akan tetapi paradigma lama masih melekat dan tetap dipertahankan karena kebiasaan yang susah diubah dan belum pernah berubah menjadi paradigma membelajarkan siswa. Padahal, tuntutan KTSP pada penyusunan RPP menggunakan istilah skenario pembelajaran untuk pelaksanaan pembelajaran di kelas. Guru sebagai sutradara dan murid menjadi pemain. Guru memfasilitasi aktifitas siswa dalam mengembangkan kompetensinya sehingga memiliki kecakapan hidup (life skill) untuk bekal hidup dan kehidupannya sebagai insan yang mandiri (tidak menggantungkan diri pada orang lain).

Akan tetapi, ditinjau dari cara guru mengajar di kelas masih tetap menggunakan metode ceramah-ekspositoris apalagi pada bidang studi agama, khususnya bahasa arab. Guru masih dominan, murid resisten, guru menjadi pemain dan siswa penonton, guru aktif dan murid pasif.

 

Demikian pada pihak siswa, karena kebiasaan menjadi penonton dalam kelas, mereka sudah merasa enjoy dengan kondisi biasa menerima dan tidak biasa memberi. Karena kebiasaan yang sudah mendarah daging yang susah diubah, kondisi ini dimungkinkan karena keterbatasan pengetahuan guru tentang bagaimana membelajarkan siswa yang sesuai dengan KTSP.

Upaya untuk mengubah dan memperbaiki proses pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yang berorientasi pada model pembelajaran KTSP terutama pada bidang studi bahasa arab, sudah saatnya untuk dilakukan inovasi model-model pembelajaran yang relevan sesuai dengan tuntutan jaman.

Dalam hal ini guru dituntut untuk melakukan perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas dengan menggunakan metode mengajar, strategi pembelajaran, sebagai administrator,  sikap dan perilaku yang dapat dicontoh dan diteladani siswanya.

 

 

 

Untuk pemenuhan hal tersebut di atas guru harus berusaha merangsang anak didiknya agar timbul kemauan dan berusaha belajar yang giat, tekun, serta belajar secara baik dan benar khususnya pada mata pelajaran bahasa arab.

Dalam bahasa arab terdapat empat ketrampilan (مهارة) yang harus dikuasai oleh murid yaitu ketrampilan menulis (الكتابة), membaca (القراءة), berbicara (الكلام), dan mendengar (الاستماع). Akan tetapi kebanyakan dari guru Bahasa Arab hanya menitik beratkan pada kemampuan menulis (الكتابة) dan membaca (القراءة) saja.  Padahal tujuan utama dari pengajaran Bahasa Arab adalah agar siswa mampu berbicara dalam percakapan sehari-hari dengan berbahasa Arab, baca Al-Quran dan doa-doa. Maka dari itu pada pelajaran Bahasa Arab pertama-tama harus dimulai dengan bercakap-cakap (المحادثة) dengan menggunakan Bahasa Arab.

Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis di lapangan, bahwasanya siswa cenderung benci bahkan takut ketika datang hari dimana ia harus belajar bahasa arab. Bahkan untuk bertemu dengan guru mata pelajaran tersebut pun enggan. Dalam upaya ini penulis berusaha melakukan penelitian tindakan kelas dengan mengambil judul “Aplikasi Strategi Pembelajaran Call On The Next Speaker Guna Meningkatkan Maharah Kalam Pada Siswa Kelas VII Di Smp Darul Ulum Gedongan Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo Tahun Pelajaran 2011/2012.

 

  1. B.     Rumusan Masalah.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana ketrampilan berbicara  (مهارة الكلام) pada siswa kelas VII SMP Darul Ulum Gedongan Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo?
  2. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran call on the next speaker sehingga dapat meningkatkan ketrampilan berbicara  (مهارة الكلام)pada siswa kelas VII SMP Darul Ulum Gedongan Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo?
  3. Apakah strategi pembelajaran call on the next speaker dapat meningkatkan ketrampilan berbicara  (مهارة الكلام)pada siswa kelas VII SMP Darul Ulum Gedongan Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo?

 

  1. C.    Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Mendeskripsikan penggunaan strategi pembelajaran call on the next speaker dalam meningkatkan ketrampilan berbicara  (مهارة الكلام)pada siswa kelas VII SMP Darul Ulum Gedongan Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo.
  2. Menganalisis penerapan strategi pembelajaran call on the next speaker sehingga dapat meningkatkan ketrampilan berbicara  (مهارة الكلام)pada siswa kelas VII SMP Darul Ulum Gedongan Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo.

 

  1. D.    Manfaat Penelitian

Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi:

  1. Guru

Memberikan informasi tentang penerapan strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi pada pembelajaran Bahasa Arab guna meningkatkan profesionalisme guru.

  1. Siswa

Meningkatkan maharah kalam siswa dan memberikan perasaan senang terhadap materi pelajaran karena dikemas dalam bentuk permainan call on the next speaker.

  1. Sekolah

Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan langkah-langkah penggunaan modul pembelajaran Bahasa Arab khususnya dan materi pelajaran lain pada umumnya.

 

  1. E.     Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan penelitian tindakan adalah sebagai berikut:

  1. Jika strategi pembelajaran call on the next speaker diterapkan pada mata pelajaran bahasa Arab, maka ketrampilan berbicara  (مهارة الكلام)siswa kelas VII SMP Darul Ulum Gedongan dapat ditingkatkan.
  2. Jika strategi pembelajaran call on the next speaker diterapkan pada mata pelajaran bahasa arab, maka kualitas ketrampilan berbicara(مهارة الكلام)  siswa kelas VII SMP Darul Ulum Gedongan dapat ditingkatkan.
    1. F.     Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:

  1. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan ketrampilan berbicara (مهارة الكلام) pada pembelajaran Bahasa Arab.
  2. Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas VII.
  3. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Darul Ulum Gedongan Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo.
  4. Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester gasal tahun pelajaran 2011/2012.
  5. Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar bercerita tentang “Lingkungan Sekolah” dengan menggunakan Bahasa Arab.
  6. G.    Definisi Operasional

Variabel agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Strategi pembelajaran call on the next speaker adalah salah satu strategi pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran melalui cerita yang mereka sampaikan secara beruntun pada masing-masing kelompok. Dan di sini guru hanya sebagai fasilitator.
  2. Ketrampilan berbicara (مهارة الكلام) adalah salah satu dari 4 ketrampilan lain (membaca,menulis dan mendengar) yang wajib dikuasai oleh siswa dan merupakan salah satu tujuan utama yang harus dicapai dalam pembelajaran bahasa Arab.

 

  1. H.    Kajian Pustaka
    1. Strategi Pembelajaran Call On The Next Speaker

Secara umum strategi berarti suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Sedangkan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Strategi menunjuk pada suatu perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi.

Ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar diantaranya:

  1. Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadiannya anak didik sebagaimana yang diharapkan.
  2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.
  3. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan dan kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik untuk menyempurnakan sistem intruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.

Sedangkan strategi pembelajaran call on the next speaker adalah salah satu dari macam strategi pembelajaran yang mudah untuk mendapatkan partisipasi seluruh kelas dan pertanggung jawaban individu. Strategi ini memberi kesempatan bagi siswa untuk menyampaikan pendapatnya sesuai dengan hasil diskusi sebelumnya dengan kelompok masing-masing.

Prosedur:

  1. Bagilah kelas dalam beberapa kelompok dan mintalah mereka untuk mendiskusikan sebuah permasalahan yang terkait dengan topik;
  2. Mintalah tiap-tiap kelompok untuk menuangkan hasil diskusinya dalam bentuk gambar/gambar pada selembar kertas plano;
  3. Mintalah setiap kelompok (ketua dan anggota kelompok) maju mendekati poster/gambar yang mereka buat;
  4. Mintalah setiap orang dari kelompok itu untuk mempresentasikan dengan durasi waktu 1 orang berbicara 1 menit, lalu memanggil teman lainnya dalam kelompok itu untuk melanjutkan presentasinya, demikian seterusnya;
  5. Mintalah kelompok lain untuk menanggapi atau memberikan komentar;

Variasi:

  1. Untuk menghemat waktu, guru dapat membatasi dua hingga tiga orang dari tiap kelompoknya yang berbicara.
  2. Bila pada akhir sesi guru melihat topik pada sebagian atau keseluruhan kelompok tidak terbahas secara utuh, guru dapat meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Pemilihan wakil tersebut dapat dilakukan dengan cara lempar bola kertas.

 

 

Perlengkapan:

Ada beberapa perlengkapan yang harus disiapkan guru sebelum teknik ini dimulai, diantaranya adalah:

  1. Kertas plano minimal sebanyak kelompok yang akan dibentuk.
  2. Spidol 3 warna untuk masing-masing kelompok.
  3. Perekat (solasi/lakban atau double tip)

 

  1. Ketrampilan Berbicara (مهارة الكلام)

Ketrampilan berbicara (مهارة الكلام) marupakan salah satu dari empat ketrampilan berbahasa yang harus dicapai dalam pengajaran bahasa termasuk Bahasa Arab. Berbicara adalah sarana untuk berkomunikasi timbal balik dengan sesama dan bahasa menjadi medianya.

Berbicara mempunyai aspek komunikasi dua arah yaitu pembicara dan yang diajak bicara atau pendengar secara timbal balik. Dengan demikian latihan berbicara harus terlebih dahulu didasari oleh kemampuan mndengarkan, kemampuan mengucapkan, dan penguasaan kosa kata serta ungkapan yang memungkinkan siswa dapat mengungkapkan maksud dan fikirannya.

Faktor lain yang penting dalam menghidupkan kegiatan berbicara adalah keberanian siswa dan perasaan tidak takut salah. Oleh sebab itu seyogyanya guru memberikan dorongan dan motivasi kepada siswa supaya berani berbicara walaupun beresiko salah.

Pada tahap permulaan latihan berbicara dapat dikatakan serupa dengan menyimak, akan tetapi tujuan akhir keduanya berbeda. Latihan berbicara menekankan kemampuan ekspresi atau mengungkapkan pesan ide pikiran kepada orang lain. Sedangkan menyimak adalah kemampuan memahami apa yang disimak. Keduanya merupakan syarat mutlak bagi sebuah komunikasi lisan yang efektif secara timbal balik.

Pembelajar bahasa perlu menyadari bahwa ketrampilan berbicara melibatkan tiga bidang pengetahuan, yaitu:

  1. Mekanik (pengucapan, tata bahasa, dan kosa kata); penggunaan kata-kata yang sesuai dengan susunan dan pengucapan yang benar.
  2. Fungsi (transaksi dan interaksi); mengetahui kapan pesan yang jelas diperlukan (transaksi atau pertukaran informasi) dan kapan pemahaman yang tepat tidak diperlukan (interaksi atau membangun hubungan).
  3. Norma atau aturan sosial budaya (pengalihan pembicara, kecepatan berbicara, lamanya berhenti antar pembicara, peran aktif pembicara); pemahaman tentang siapa yang berbicara kepada siapa, dalam situasi yang bagaimana, tentang apa, dan untuk apa.

Berikut ini model-model latihan berbicara yang digunakan dalam melatih ketrampilan kalam anak didik yaitu;

  1. Latihan asosiasi dan identifikasi

Dimaksudkan untuk melatih spontanitas siswa dan kecepatannya dalam mengidentifikasi dan mengasosiasikan makna ujaran yang didengarnya.

  1. Latihan pola kalimat
    1. Latihan mekanis

Latihan ini bertujuan menanamkan kebiasaan dengan memberikan stimulus untuk mendapatkan respon yang benar. Ada bermaca-macam latihan mekanis diantaranya adalah:

– Pengulangan sederhana

– Penggantian sederhana

– Penggantian berganda

– Transformasi penggabungan kalimat dengan penambahan qowaid

  1. Latihan bermakna

–   Alat peraga baik berupa benda-benda alamiah maupun gambar-gambar yang dipakai untuk memberikan makna pada kalimat-kalimat yang dilatihkan.

–   Situasi kelas yaitu benda-benda yang ada di dalam kelas dapat dimanfaatkan untuk pemberian makna.

  1. Latihan komunikatif
  2. Latihan percakapan

Latihan ini menumbuhkan daya kreasi siswa dan merupakan latihan yang sebenarnya.

  1. Latihan percakapan

Model-model latihan percakapan itu adalah sebagai berikut:

  1. Tanya jawab.
  2. Menghafal dialog.
  3. Percakapan terpimpin.
  4. Percakapan bebas.
  5. Bercerita.
  6. Diskusi

Ada beberapa model diskusi yang bisa dilakukan di kelas yang berkaitan dengan latihan berbicara:

–       Diskusi kelas dengan dua kelompok berhadapan

–       Diskusi kelas bebas

–       Diskusi kelompok

–       Diskusi panel

  1. Wawancara
  2. Drama
  3. Pidato

 

  1. I.       Metode Penelitian
    1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research), karena penelitian dilaksanakan untuk memecahkan suatu permasalahan pembelajaran di kelas. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu tehnik pembelajaran yang diterapkan, dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai dengan peningkatan pada unsur desain untuk memungkinkan diperolehnya gambaran keefektifan tindakan yang dilakukan dan bertujuan untuk memperbaiki dan  meningkatkan praktik pembelajaran di kelas secara berkesinambungan.

  1. Kehadiran Peneliti

Pada penelitian ini, peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut:

  1. Menyusun rencana program pembelajaran.
  2. Mengumpulkan data dengan cara mengamati kegiatan pembelajaran dan wawancara untuk mengetahui proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelas.
  3. Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat.
  4. Melaporkan hasil penelitian.
  5. Lokasi Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Darul Ulum Gedongan Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo.

 

  1. Data dan Sumber
    1. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berbicara siswa yang diperoleh dengan mengamati pemaparan hasil diskusinya dengan kelompok masing-masing. Data untuk hasil penelitian diperoleh berdasarkan lancarnya kecakapan berbicara atau test lisan.
    2. Sumber data penelitian adalah siswa kelas VII SMP Darul Ulum Gedongan yang berjumlah 24 siswa sebagai obyek penelitian.
    3. Prosedur Pengumpulan Data

Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tehnik sebagai berikut:

  1. Wawancara

Wawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan.

  1. Angket

Angket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran active learning.

  1. Observasi

Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berfikir siswa yang terdiri dari beberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlansung. Observasi ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Observasi dilakukan oleh 2 orang.

  1. Test

Test dilaksanakan setiap akhir siklus, hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa setelah pemberian tindakan. Test tersebut berbentuk test lisan karena bertujuan untuk mengetahui perkembangan ketrampilan berbicaranya.

  1. Tahapan-tahapan Penelitian

Berdasarkan observasi awal proses pembelajaran yang dilakukan adalah model pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) yaitu call on the next speaker. Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.

  • Siklus I
  1. Perencanaan

Persiapan yang akan dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini adalah:

ü  Menyusun rencana kegiatan pembelajaran yang direncanakan dalam PTK

ü  Menyiapkan pertanyaan dari tema yang telah ditentukan.

ü  Menyiapkan media pembelajaran berupa kertas plano, spidol warna, dan alat perekat.

ü  Pembagian kerja kelompok, tiap kelompok terdiri dari enam siswa.

  1. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan yang dilakukan pada penelitian ini adalah:

ü  Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Dalam pelaksanaan penelitian, guru menjadi fasilitator selama pembelajaran, siswa dibimbing untuk berbicara/mengungkapkan buah pikirannya secara aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dengan model call on the next speaker. Adapun langkah-langkah yang dilakukan disesuaikan dengan skenario pembelajaran.

ü  Kegiatan penutup.

  1. Observasi

Dalam kegiatan observasi sebagai sasaran pengamatan peneliti ada beberapa hal yang diobservasi, diantaranya:

ü  Antusias siswa dalam mengikuti kegiatan di kelompoknya

ü  Keberanian siswa dalam memberikan masukan dan saran pada kelompoknya

ü  Kemauan siswa dalam kerjasama di kelompoknya

ü  Sikap menghargai dan menghormati pendapat atau ide teman dalam kelompoknya amupun kelompok lain

  1. Refleksi

Sesuai dengan hasil observasi di lapangan maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan pembelajaran kurang berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Hal ini terlihat dari kecanggungan siswa dalam melakukan aktifitas bicara di depan kelas. Kurangnya kebiasaan melakukan komunikasi dengan bahasa Arab menjadi faktor utama penghambat ketrampilan berbicara ini. Namun setidaknya terdapat sebagian siswa yang mulai berusahaberkomunikasi dengan bahasa Arab meskipun masih ada kesalahan pada beberapa kalimat yang perlu dibenarkan. Terkait dengan hal tersebut, maka untuk proses selanjutnya perlu diberikan motivasi pada siswa untuk melakukan komunikasi sederhana dengan siswa yang lain.

 

  1. J.      Jadwal Penelitian

No

Hari dan tanggal

Kegiatan

1

Rabu, 8 Desember 2011 Izin untuk penelitian

2

Senin, 12 Desember 2011 Wawancara dengan guru bahasa Arab

 

 

  1. K.    Daftar Pustaka

Aqib, Zainal. 2009. Penelitian Tindakan Kelas untuk guru. Bandung: Yrama Widya

Bahri, Syaiful, dkk. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Muna, Wa. 2011. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Teras

UU RI No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1

 

 

HASIL WAWANCARA DENGAN GURU BAHASA ARAB KELAS VII SMP DARUL ULUM GEDONGAN

 

Peneliti            : Assalamu’alaikum ust…Kaifa halukum??

Guru                : Wa’alaikum salam wr.wb. Alhamdulillah kuntu bil khoir.

Peneliti            : Di sini kami ingin bercakap-cakap dengan ust mengenai pemelajaran bahasa Arab di SMP Darul Ulum Gedongan ini, sekalian kami ingin belajar dari ust bagaimana cara mengajar Bahasa Arab yang benar.

Guru                : Wah… Jarang sekali ada mahasiswa yang mempunyai keinginan seperti itu. Saya sangat terkesan sekali.

Peneliti            : Terima kasih ust..

Menurut ust seperti apa pembelajaran bahasa Arab yang baik?

 

Guru                : Pada pembelajaran Bahasa Arab itu terdapat empat maharah yang harus dikuasai oleh siswa yaitu kitabah, qiro’ah, kalam dan istima’. Sedangkan kewajiban guru adalah bagaimana caranya membuat siswa menguasai keempat maharah tersebut. Tentunya dengan berbagai metode pembelajaran yang ada. Bila tujuan yang ingin dicapai telah terpenuhi, maka pembelajaran itu bisa dibilang sukses.

Peneliti            : Selama mengajar Bahasa Arab di kelas VII, apakah ust mengalami kendala?

Guru                : Tentu saja guru setiap kelas dan mata pelajaran mempunyai kendala dalam mengajar. Jika dalam kelas VII kendala yang banyak ditemukan adalah pada maharah kalam. Banyak siswa yang belum bisa berbicara Bahasa Arab karena mungkin dia berasal dari sekolah umum (SD).

Peneliti            : Bagaimana cara untuk mengatasi kendala-kendala tersebut.

Guru                : Guru harus pintar-pintar  memilah dan memilih metode dan strategi yang digunakan untuk mengajar. Jika strategi yang digunakan cocok untuk materi yang diajarkan, maka tujuan pembelajaran akan tercapai.

Peneliti            : Terimakasih ust atas waktu yang telah disediakan untuk kami. Mohon maaf bila mengganggu.

Guru                : Sama-sama. Saya juga merasa senang. Dan semoga sukses.

Peneliti            : Wassalamu’alaikum…

Guru                : wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuh..

 

 

Lampiran 2

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

 

SATUAN PENDIDIKAN : SMP Darul Ulum Gedongan

MATA PELAJARAN      : Bahasa Arab

KELAS/SEMESTER         :VII/Gasal

ALOKASI WAKTU          : 1 x 45 menit

 

Standar Kompetensi:

  1. Mengungkapkan pikiran, perasaan dan pengalaman secara lisan dalam bentuk paparan sederhana tentang lingkungan madrasah

Kompetensi Dasar:

  1. Siswa menyampaikan informasi secara lisan dalam kalimat sederhana tentang lingkungan sekolahmpilkan prilaku yang mencerminkan keimanan terhadap 10 sifat Allah  dalam Asma>’ul H}usna>.

Indikator

  1. Siswa menyampaikan informasi secara lisan dengan kalimat sederhana tentang lingkungan sekolahnya (SMP Darul Ulum Gedongan).
  2. Siswa memberi tanggapan tentang lingkungan sekolah setelah mendengarkan cerita dari temannya dengan menggunakan bahasanya sendiri.

4     >’ul H}usukana>.

Tujuan Pembelajaran:

  1. Siswa mampu  mengungkapkan pikiran, perasaan dan pengalaman secara lisan dengan menggunakan bahasanya sendiri setelah mendapat tugas dari guru.
  2. Siswa mampu memberikan tanggapan dengan bahasanya sendiri secara lisan setelah  mendengar cerita pengalaman dari temannya.

 

Materi Pokok:

Bercerita tentang Lingkungan Sekolah

 

Metode Pembelajaran:

Strategi pembelajaran Call On The Next Speaker

 

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran:

  1. a.      Kegiatan Pendahuluan

ü  Guru membuka pelajaran dengan salam

ü  Apersepsi

ü  Guru menyampaikan materi yang akan di ajarkan kepada siswa tentang Lingkungan Sekolah.

  1. b.      Kegiatan Inti

ü  Siswa dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari enam siswa.

ü  Guru memberikan suatu permasalahan kepada siswa

ü  Siswa berdiskusi tentang Lingkungan Sekolah dengan kelompok masing-masing.

ü  Siswa menggambarkan hasil diskusinya pada sebuah kertas plano.

ü  Setiap kelompok mengungkapkan apa yang ada di gambar yang telah mereka buat dengan lisan secara berantai sesuai dengan kelompok masing-masing.

ü  Siswa memberikan tanggapannya pada kelompok lain setelah mendengarkan cerita dari kelompok lain.

ü  Dan begitu seterusnya sampai dengan kelompok terakhir.

 

  1. c.       Kegiatan Penutup

ü  Guru memberikan motivasi kepada siswa berkaitan dengan pelajaran.

ü  Guru memberikan penguatan tentang materi yang telah di diskusikan.

ü  Guru memberikan evaluasi dan memberikan nilai kepada kelompok yang paling aktif dalam mengungkapkan pikiran dan memberikan tanggapan kepada temannya.

ü  Guru menutup pelajaran dengan salam.

 

Media Pembelajaran :

  • Kertas plano sejumlah empat lembar untuk masing-masing kelompok.
  • Spidol 3 warna untuk masing-masing kelompok.
  • Alat perekat.
  • Papan untuk menempelkan hasil diskusi siswa

 

Sumber Belajar :

–          Buku Pelajaran Bahasa Arab

 

Penilaian :

  1. Test Lisan
  2. Performance
  3. Sikap

 

 

 

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Drs. Sugijanto

Sidoarjo, 12 Desember 2012

Guru BahasaArab

Fitria Ramadhani

 

 

 

 

 

 

Lampiran

Soal Test Lisan

  1. Bagaimana kondisi lingkungan sekolahmu?
  2. Apakah lingkungan sekolahmu adalah lingkungan sekolah yang baik?
  3. Bagaimana pendapatmu tentang lingkungan sekolah yang baik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: